Doctor Strange 2: Horor Brutal ala Sam Raimi di MCU

Doctor Strange 2: Horor Brutal ala Sam Raimi di MCU

Doctor Strange in the Multiverse of Madness menjadi titik balik penting bagi Marvel Cinematic Universe (MCU). Film ini bukan sekadar sekuel petualangan Doctor Strange, melainkan eksperimen berani yang memadukan genre superhero dengan horor brutal khas Sam Raimi. Hasilnya adalah film MCU paling gelap, emosional, dan berani hingga saat ini.

MCU Masuk Wilayah Horor Penuh

Memasukkan unsur horor ke film superhero sebenarnya bukan hal baru. Scott Derrickson di Doctor Strange (2016) dan James Wan lewat Aquaman (2018) sempat menyelipkan gaya khas mereka. Namun, penerapannya masih sebatas aksen. Berbeda dengan itu, Multiverse of Madness tampil total sebagai film horor yang dibalut cerita superhero.

Sam Raimi, yang menggantikan Derrickson di fase pra-produksi, membawa identitas kuatnya sebagai maestro horor. Film ini bukan gimmick, melainkan peleburan seimbang dua genre yang mendorong batas rating PG-13 sejauh mungkin, lengkap dengan nuansa gelap, jump scare, hingga sentuhan gore ringan.

Baca Juga

Prey: Prekuel Predator yang Menemukan Roh Aslinya

Oleh: Empire88

Multiverse, America Chavez, dan Earth-616

Film ini juga memperkenalkan istilah Earth-616, kontinuitas utama Marvel. Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) harus menjelajah multiverse demi melindungi America Chavez (Xochitl Gomez), remaja dengan kekuatan melintasi semesta. Kemampuan unik Chavez menjadikannya target sosok misterius yang siap menghancurkan segalanya.

Dalam perjalanannya, Strange dibantu Wong (Benedict Wong) selaku Sorcerer Supreme, serta Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen). Namun bantuan Wanda perlahan berubah menjadi ancaman terbesar.

Wanda Maximoff: Dari Avenger Terluka ke Antagonis Kelam

Pasca WandaVision, Wanda telah sepenuhnya berevolusi menjadi Scarlet Witch. Trauma kehilangan Vision dan kedua anaknya membuat kondisi mentalnya rapuh. Multiverse of Madness menampilkan transformasi Wanda secara utuh, dari pahlawan penuh luka menjadi antagonis yang mengerikan.Permainan Terbaru Kini Dengan Depo 10k Hadir Dan Tampilan HD Telah Kece
Mainkan Di Empire88

Raimi mempresentasikan Wanda bak sosok horor klasik. Dalam beberapa adegan, ia tampil seperti hantu pendendam—muncul perlahan dalam keheningan, atau tiba-tiba menyerang dengan visual menyeramkan ala Sadako. Pertarungannya dengan Doctor Strange tidak dikemas sebagai duel superhero biasa, melainkan teror mistis yang sarat atmosfer horor.

Gaya Sam Raimi yang Liar dan “Sangat Komik”

Referensi khas Raimi bertebaran, mulai dari The Evil Dead, Drag Me to Hell, hingga sentuhan ala Carrie. Pilihan angle kamera ekstrem, pencahayaan kontras, serta momen campy yang disengaja membuat film ini terasa “sangat komik”.

Kevin Feige tampak memberi kebebasan penuh kepada Raimi. Pertarungan dua versi Doctor Strange menjadi contoh adegan kreatif, over-the-top, dan unik dibanding formula MCU kebanyakan.

Visual Mahal dan Eksplorasi Multiverse

Dengan bujet sekitar 200 juta dolar, film ini terasa jauh lebih megah berkat visi personal Raimi. Sekuens menembus multiverse menjadi highlight visual, menampilkan berbagai dunia surealis yang memanjakan mata. Film ini juga membuka pintu eksplorasi multiverse MCU lebih luas, lengkap dengan beberapa cameo yang meski terbatas, dieksekusi dengan pendekatan khas komik.

Pacing Cepat, Drama yang Tertinggal

Kelemahan utama film terletak pada penceritaan. Raimi sangat piawai membangun ketegangan dan aksi, namun peralihan ke drama terasa mendadak. Ritme film kerap melaju kencang lalu melambat drastis, menciptakan jarak antara aksi dan emosi.

Meski begitu, gaya ini justru mempertegas identitas Sam Raimi—liar, intens, dan tidak konvensional.

Tema Kehilangan dan Luka Emosional

Di balik horornya, Multiverse of Madness adalah kisah tentang kehilangan cinta. Strange harus merelakan Christine Palmer (Rachel McAdams), sementara Wanda terjebak dalam duka yang jauh lebih dalam. Kalimat “I love you in every universe” menjadi simbol emosional film ini, menggantikan slogan ikonik MCU sebelumnya.

Elizabeth Olsen tampil luar biasa, membawa Wanda dari kesedihan menuju amarah yang menghancurkan. Performa ini layak disebut sebagai salah satu akting terbaik dalam sejarah MCU.

Kesimpulan

Doctor Strange in the Multiverse of Madness bukan film MCU biasa. Ini adalah karya personal Sam Raimi yang berani, kelam, dan emosional. Dengan menggabungkan horor brutal, drama kehilangan, serta eksplorasi multiverse, film ini membuktikan bahwa MCU masih berani mengambil risiko kreatif.

Bagi penonton yang siap menerima sesuatu yang berbeda, film ini adalah pengalaman superhero yang tak terlupakan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *