Industri film horor kembali mencoba peruntungannya dengan premis yang sudah tak asing lagi: sekelompok remaja yang sial dan sebuah benda terkutuk. Film Tarot (2024), yang ditulis dan disutradarai oleh Spenser Cohen dan Anna Halberg, hadir dengan janji tegang dan jumpscare yang melimpah. Film ini mengisahkan sekelompok mahasiswa yang secara ceroboh melanggar aturan suci pembacaan tarot. Mereka tanpa sengaja melepaskan entitas jahat dari dalam kartu-kartu terkutuk tersebut. Satu per satu, mereka harus menghadapi nasib yang tertulis di kartu, berjuang dalam perlombaan melawan kematian. Mari kita kupas lebih dalam review film Tarot 2024 ini, dari plot hingga eksekusinya.
Plot dan Karakter
Film ini berpusat pada sekelompok teman, yang terdiri dari Haley (Harriet Slater), Grant (Adain Bradley), Paxton (Jacob Batalon), Paige (Avantika), dan lainnya. Saat mereka berlibur di sebuah rumah di pedesaan, Haley menemukan satu set kartu tarot kuno. Meskipun sudah diperingatkan untuk tidak menggunakan kartu milik orang lain, mereka tetap melakukannya. Setiap orang mendapatkan kartu dengan ramalan mengerikan yang menjadi kenyataan. The High Priestess, The Hermit, The Hanged Man, dan The Magician adalah beberapa dari entitas yang bangkit untuk memburu mereka.
Premis ini sekilas mengingatkan kita pada film-film horor populer seperti Final Destination atau Wish Upon. Setiap kematian dihubungkan langsung dengan kartu yang didapatkan karakter. Namun, menurut beberapa kritikus, masalah utama film ini terletak pada karakter-karakternya. Mereka dianggap underdeveloped atau kurang berkembang, membuat penonton sulit untuk peduli dengan nasib mereka. Keputusan-keputusan konyol yang mereka ambil sering kali terasa dipaksakan hanya demi memicu jumpscare berikutnya. Ini adalah kelemahan yang kerap ditemukan pada film horor remaja.
Eksekusi Horor dan Visual
Terlepas dari kelemahan naratif, review film Tarot 2024 dari berbagai media menunjukkan bahwa film ini memiliki beberapa elemen horor yang menarik. Para makhluk dari kartu tarot yang bangkit digambarkan dengan visual unik dan kreatif, seperti The Hermit yang menakutkan atau The Magician yang menyeramkan. Adegan kematian yang terinspirasi dari kartu-kartu ini seringkali menjadi highlight. Contohnya, adegan pembunuhan yang melibatkan The Hermit di dalam kereta atau The Magician yang “menggergaji” korbannya.
Meskipun visualnya dipuji, banyak yang berpendapat bahwa film ini terlalu “aman.” Dengan rating PG-13, adegan-adegan horor terasa ditahan-tahan, tidak menampilkan kekejaman yang sesungguhnya. Bagi penggemar horor yang mencari sesuatu yang lebih brutal dan eksplisit, ini bisa menjadi kekecewaan. Film ini lebih mengandalkan jumpscare yang bisa ditebak daripada membangun ketegangan yang mendalam dan psikologis.
Tanggapan Kritikus dan Publik
Resepsi review film Tarot 2024 dari kritikus tergolong kurang baik. Di situs aggregator ulasan seperti Rotten Tomatoes, film ini hanya mendapatkan skor 17% dari para kritikus. Konsensus umum adalah film ini hanya “mengulang trope horor yang sudah usang.” Para kritikus mengeluhkan kurangnya orisinalitas, penulisan yang buruk, dan karakter yang tidak berkesan. Film ini dianggap sebagai tontonan horor generik yang tidak menawarkan sesuatu yang baru.
Namun, menariknya, resepsi dari penonton justru lebih baik. Meskipun tidak gemilang, skor audiens di Rotten Tomatoes dan Metacritic menunjukkan bahwa film ini masih dianggap sebagai tontonan yang menyenangkan dan menghibur. Banyak penonton yang menyukai premisnya, menganggapnya sebagai film horor ringan yang cocok untuk ditonton bersama teman-teman tanpa perlu terlalu serius. Kesuksesan finansial film ini, yang berhasil meraup sekitar $49 juta dari anggaran produksi $8 juta, juga membuktikan bahwa film ini berhasil menarik audiens.
Kesimpulan: Apakah Tarot Layak Ditonton?
Sebagai penutup review film Tarot 2024, pertanyaan utama adalah: apakah film ini layak ditonton? Jawabannya tergantung pada ekspektasi Anda. Jika Anda adalah penggemar horor berat yang mencari cerita orisinal, karakter yang mendalam, dan ketegangan psikologis, Tarot mungkin akan mengecewakan. Anda akan menemukan banyak elemen yang terasa seperti salinan dari film-film horor lain yang lebih baik.
Namun, jika Anda hanya ingin hiburan horor yang ringan, penuh jumpscare yang efektif, dan creature design yang unik, maka Tarot bisa menjadi pilihan yang pas. Film ini berhasil memenuhi janjinya sebagai film horor yang tidak terlalu “berat,” cocok untuk dinikmati pada malam hari. Meskipun tidak akan menjadi klasik horor, Tarot setidaknya menawarkan beberapa momen yang memorable bagi penontonnya.
Baca juga:
- Review Film Sonic 3: Ekspektasi Para Penggemar dan Ulasan Awal
- Review Film Wicked: Ekspektasi vs Realita di Layar Lebar
- Review Film Dune: Bagian Kedua yang Epik dan Menyentuh
Informasi ini dipersembahkan oleh PamanEmpire

